Cara Bertanam Jeruk Dengan Sistem 1,3,9 yang Lebih Menguntungkan (Barito Kuala, South Kalimantan)

Descriptive title of the technology

Cara Bertanam Jeruk Dengan Sistem 1,3,9 yang Lebih Menguntungkan (Barito Kuala, South Kalimantan)

Global Farming System

Irrigated:

The Smallholder Irrigated Farming Systems are dependent on large-scale irrigation schemes dominated by small-scale farming. This category contains only about 30 million women, men and children who farm about 15 million ha of irrigated land, but it is important for national food security and export earnings in many countries.

Wetland Rice Based:

The Wetland Rice Based Farming Systems of East and South Asia, which include a substantial proportion of irrigated land, support an agricultural population of around 860 million. Although bunded rice cultivation is the distinguishing characteristic of these systems, a wide range of other food and cash crops are produced and poultry and livestock are raised for home consumption and sale. These systems depend on the monsoon, but nearly 60 percent of the cultivated land is equipped with irrigation facilities. Relatively little grazing or forest land remains - almost half of land is under annual or permanent crops - and these systems suffer from intense human pressure on the natural resources base, with 5.5 persons per ha of cultivated land.

Smallholder Rainfed Humid:

The Rainfed Humid Farming Systems are based on smallholder cultivation of root crops, cereals or tree crops. They often contain an important component of livestock and support an agricultural population of approximately 400 million. There is little irrigation. Pressure on land is typically moderate - only 2.5 persons per cultivated ha on average - although there are some areas of intense pressure.

Abstract

Buah jeruk banyak dibudidayakan petani, karena selain mengandung banyak vitamin c dan digemari masyarakat, penanaman dan pemeliharaannya juga relatif mudah. Untuk meningkatkan buah jeruk baik dari segi produktivitas maupun kualitas buah, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan sistem 1,3,9. Sistem ini merupakan suatu inovasi yang diperkenalkan oleh Penyuluh SPFS – FAO di desa Pendalaman Baru, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Selatan, Indonesia dan sekarang mulai banyak dicontoh petani. Kelebihan dari sistem 1,3,9 dibanding cara penanam biasa adalah : Produktivitas buah tinggi, ukuran dan kualitas jeruk lebih seragam, kulit jeruk tipis, tanaman terhindar dari penyakit Diplodia, pemeliharaan lebih mudah dan murah, batang lebih kokoh dan tidak mudah roboh.

Type of technology

Detail Description of technology

Jeruk merupakan jenis buah-buahan yang populer dan digemari masyarakat. Jeruk bisa dikonsumsi dalam bentuk buah segar, juga diolah menjadi minuman segar seperti Es Buah dan Juice Jeruk. Keunggulan buah jeruk adalah, selain harganya murah, juga sumber utama vitamin C penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap segar sehat.

Mengingat manfaat buah jeruk, banyak petani yang membudidayakan dengan tujuan untuk dijual dan sebagian di konsumsi keluarga. “Saya senang menanam buah jeruk, karena selain cara penanamannya relatif mudah, keuntungannya juga lumayan, sehingga saya mulai mengembangkannya secara serius.,” kata Pak Basran, petani jeruk di desa Pendalaman Baru, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Selatan, Indonesia.

Pengembangan Sistem 1,3,9

Walaupun menanam jeruk mudah dilakukan, namun kalau tidak mengetahui cara yang benar, tidak akan memberikan hasil optimal seperti diharapkan. Salah satu kiat yang dapat dilakukan petani jeruk adalah dengan menerapkan sistem 1,3,9. Sistem 1,3,9 adalah suatu rekayasa teknologi dengan cara pengaturan pertumbuhan ranting yaitu, batang utama yang dipelihara hanya 1 batang, cabang utama kedua hanya 3 cabang, dan masing-masing cabang hanya mengembangkan 3 ranting, sehingga menjadi 9 ranting. (Gambar 1).

Sistem 1,3,9 pertama kali dikenalkan dan diajarkan oleh Penyuluh SPFS – FAO kepada para petani melalui Sekolah Lapangan. Sekarang, para petani sudah mulai menerapkan dan meninggalkan sistem lama.

Menurut Syaiful Asgar, Penyuluh SPFS FAO yang sudah mengajarkan dan mempraktekkan dikebun sendiri, pengembangan sistem 1,3,9 dalam penanaman jeruk mempunyai kelebihan antara lain :

1. Produktivitas buah tinggi, karena sinar matahari masuk kesemua pori-pori dan merangsang fotosintesis, sehingga mempercepat pembuahan.

2. Ukuran dan kualitas jeruk lebih seragam,

3. Kulit jeruk tipis dan buahnya banyak.

4. Tanaman bisa terhindar dari penyakit Diplodia yang menyebabkan pengeringan dan pelayuan tanaman, karena terlalu lembab. Hal ini bisa terjadi, karena sinar matahari bisa menyinari tanaman secara merata. Yang menyebabkan kelembaban dibawah kanopi menjadi berkurang Dengan demikian tanaman akan berumur lebih panjang.

5. Pemeliharaan relatif lebih mudah dan murah, karena yang dipelihara hanya 1 batang, 3 cabang dan 9 ranting.

6. Batang lebih kokoh dan tidak mudah roboh, karena tumbuh secara simetris menyerupai bonsai, sehingga antara batang, cabang dan ranting saling menopang. Gambar 2 menggambarkan Contoh tanaman jeruk yang tidak kokoh dan sistem 1,3,9 diterapkan untuk mengatasi masalah ini.

Cara Penanaman

1. Lahan yang akan ditanami bibit jeruk harus dibersihkan dan diolah lebih dahulu. Penanaman jeruk harus disesuaikan dengan kondisi lahan. Untuk lahan dengan kemiringan kurang 8% dibuat teras datar. Kemiringan 10 – 15% dibuat teras gulud. Pada kemiringan lebih 15% perlu dibuat teras bangku. Untuk menanam jeruk di lahan pasang surut harus dibuat lebih dahulu Surjan (Gambar 3) [Baca artikel : Bertanam Jeruk di Lahan Pasang Surut).

2. Buat lubang tanam minimal 4 minggu sebelum bibit ditanam. Pada tanah yang ideal ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm, dengan jarak tanam 5 m x 5m.

3. Buat lubang dengan menggali dan memisahkan antara lapisan tanah atas (top soil) warna kehitaman dan lapisan bawah (sub soil).

4. Angin-anginkan galian tanah sekitar 3 minggu, lalu masukkan tanah lapisan bawah ke dalam lubang setelah dicampur pupuk kandang 2 kg terlebih dahulu dan Fosfat 1,5 kg. Demikian juga lapisan atasnya, lalu masukkan ke dalam lubang.

5. Setelah tanah lapisan bawah dan atas dikembalikan ke dalam lubang, diamkan 1 minggu, lalu bibit ditanamkan.

Memasukkan Bibit ke dalam Lubang :

1. Tanah lapisan atas digali kembali sedikit lebih besar dari media bibit, baik yang berasal dari polybag maupun persemaian di tanah. Jika bibit berasal dari persemaian tanah, bibit bisa langsung dimasukkan ke dalam lubang pertanaman, tetapi apabila bibit di polybag, robek dulu polibagnya, baru bibit dimasukkan ke dalam lubang pertanaman.

Bibit disarankan dari hasil okulasi dengan mata tempel jenis unggul (varietas Siam atau Sungai Madang merupakan bibit unggul di Barito Kuala) yang berasal dari persemaian di tanah dengan batang utama bulat (Gambar 4). Kelebihan bibit dipersemaian tanah dibanding polybag adalah, perkembangan tanaman lebih cepat dan kuat, karena memiliki media tanam yang luas di banding di polybag.

2. Jika ada akar yang berbelit-belit atau terlalu panjang, sebaiknya diatur dan dipotong dengan gunting tajam, sehingga tidak tumpang tindih satu akar dengan lainnya.

3. Bibit diletakkan dalam lubang dengan posisi tegak lurus. Jika bibit berasal dari okulasi diarahkan ke Barat, sedangkan tonjolan bibit batang bawah diarahkan ke timur.

4. Tanah galian dimasukkan kembali untuk menutupi lubang sambil ditekan dengan tangan, lalu disiram agar tidak ada rongga antara tanah dengan akar tanaman.

5. Bibit ditopang dengan ajir, sehingga tidak mudah roboh tertiup angin. Mengingat bibit tanaman masih muda, sebaiknya beri naungan/peneduh.

Pemupukan :

1. Pemupukan adalah usaha penambahan unsur hara makro dan mikro ke dalam tanah dengan bahan organik maupun an-organik. Pemupukan sangat penting untuk mengembalikan unsur hara yang telah terproses oleh tanaman dalam siklus hidup.

2. Pemupukan tanaman jeruk dilakukan saat tanaman mulai tumbuh aktif (ditandai tumbuh tunas baru) pada awal musim pneghujan atau akhir kemarau. Jenis dan dosis pemupukan yang direkomendasikan adalah :

Umur Tanaman

(tahun)

Dosis Pemupukan / Hektar / Tahun

Urea (kg)

SP-36 (kg)

KCl (kg)

Kandang (kg)

Saat Tanam

1

2

3

4

5 – 12

20

80

160

260

400

500

20

80

160

260

400

450

20

80

160

260

400

450

8

8

16

24

32

40 - 90

3. Tanaman yang berumur 2,5 – 3 tahun biasanya mulai berbuah, sehingga selain pemupukan pada awal musim penghujan, juga pada saat :

a. Menjelang bunga keluar dengan dosis : Urea 25%, SP-36 = 50% dan KCl 25% dari dosis per tahun

b. Saat penjarangan buah (buah sebesar kelereng) dengan dosis : Pupuk kandang 50%, Urea 25%, dan KCl 25% dari dosis per tahun.

c. Setelah buah dipanen lakukan pemupukan dengan dosis : Pupuk kandang 50%, Urea 25%, dan KCL 25% dari dosis per tahun.

4. Pemupukan bisa dilakukan dengan membuat lubang keliling area pemupukan atau membuat 3 – 4 lubang, benamkan pupuk ke dalam lubang.

Cara pemupukan di atas adalah pemupukan yang direkomendasikan dan umum dilakukan. Namun demikian, berdasarkan ujicoba dari inovasi yang dilakukan Penyuluh SPFS FAO oleh Syaiful Asgar, pemupukan juga bisa dilakukan dengan cara :

1. Agar akar tanaman kuat, sekaligus mempercepat proses penumbuhan batang, beri pupuk NPK Ponska.

2. Untuk mempercepat pertumbuhan daun, gunakan pupuk Gardena, atau Sprint.

3. Untuk menghindari hama tanaman berupa anai-anai, dapat digunakan Furadan 36. Perlu diingat bahwa penggunaan Furadan 36 hanya diperbolehkan ketika tanaman BELUM MENGHASILKAN BUAH. Sedangkan untuk menghindari gulma, lakukan penyemprotan 2-3 bulan sekali dengan Roundop atau Tosdon.

Pemangkasan dengan sistem 1,3,9 :

1. Pemangkasan bertujuan untuk mengatur tinggi tanaman, memudahkan perawatan, membentuk percabangan (1,3,9) agar tanaman kokoh dan seimbang, memudahkan sinar matahari masuk ke seluruh permukaan daun, sehingga pertumbuhan normal, memperbaiki kualitas buah, baik ukuran, warna, maupun jumlah. Selain itu juga untuk memperbanyak tunas baru yang memunculkan bunga, buah dan mengurangi kerimbunan pohon untuk mencegah tumbuhnya jamur dan penyakit.

2. Waktu pemangkasan dilakukan secara berkala saat tanaman tumbuh sehat untuk pembentukan percabangan pertama, setelah pemupukan, saat penjarangan buah dan setelah panen.

3. Ketika batang utama tanaman sudah tumbuh sekitar 70 cm (umur 4- 6 bulan), semua cabang yang tumbuh di atasnya harus dipangkas.

4. Setelah tumbuh cabang pada batang utama, pilih hanya 3 cabang yang akan dikembangkan. Pemilihan cabang dilihat berdasarkan jarak yang simetris, artinya tidak terlalu berdekatan antara cabang yang satu dengan lainnya> Cabang lain yang tidak dipelihara agar dipotong.

5. Setelah cabang mencapai ukuran sekitar 25 – 30 cm (satu depa) lakukan pemilihan masing-masing cabang hanya 3 ranting, dan ranting lainnya di potong. Dengan demikian sudah terbentuk tanaman dengan sistem 1 batang , 3 cabang dan 9 ranting.

6. Mengingat banyaknya manfaat pemangkasan tersebut, maka para petani diharapkan tidak terlalu sayang memangkas cabang atau ranting.

Pemanenan :

1. Ketika umur tanaman 2,5 – 3 tahun, tanaman sudah mulai berbuah. Pada buah pertama dan kedua sebaiknya hanya sekitar 10 – 20 persen yang dipelihara untuk dirasakan buahnya (dicicipi). Sisanya dibuang, karena tanaman masih dalam proses belajar berbuah.

2. Agar ukuran dan kualitas buah bisa tumbuh seragam, sebaiknya manfaatkan seoptimal mungkin cahaya sinar matahari untuk proses fotosintesis tanaman. Caranya, letakkan plastik metalik yang dapat memantulkan cahaya yang turun ketanah untuk dipantulkan kepada bagian pohon, sehingga pencahayaan bisa merata mengenai tanaman.

3. Tanda-tanda buah siap dipanen adalah : warna kulit buah kekuning-kuningan, tekstur buah tidak terlalu keras saat dipegang, dan bagian bawahnya terasa empuk.

4. Buah muda jangan dipetik, karena asam rasanya. Terlambat memetik buah juga tidak baik, karena buah menjadi kering dan kualitasnya menurun.

Perawatan Pasca Panen :

Agar tanaman jeruk bisa berumur panjang, lakukan perawatan dengan cara memangkas ranting yang sakit (layu), memangkas cabang yang tumbuhnya tidak dikehendaki dan melentur, memangkas cabang yang tidak produktif, memangkas tunas-tunas air, memangkas ranting sisa pemanenan buah.

Dampak Penerapan Sistem 1,3,9 Bagi Petani SPFS

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penanaman jeruk dengan sistem 1.3,9 lebih menguntungkan (Gambar 5), karena produktivitas tinggi, ukuran dan kualitas buah jeruk sama (standar) dan perawatannya lebih mudah dan murah.

Walaupun demikian, untuk lebih memperkenalkan penanaman jeruk dengan sistem 1,3,9 ini perlu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada petani, sehingga mereka mau dan mampu menerapkannya.

Source(s) Information

-Dr. Ayi Kusmayadi, National Field Manager
-Johan Purnama, Deputy NFM Indonesia on Farming System
-Ruhaimi Alman, District Coordinator
-Rezani Mahakam SP, Field Technician (Agricultural extension)
-Syaiful Asgar, AMd, Field Technician (Fishery extension)

http://database.deptan.go.id/saims-indonesia/index.php?files=DetailTechnologies-Indo&id=88

4 komentar:

Unknown mengatakan...

Keperluan pupuk kandang per hektar memang segitu atau itu untuk keperluan pupuk kandang per pohon?

Ahmad Basuki mengatakan...

KEUNGGULAN DAN MANFAAT PUPUK NPK SUPER+TE

Pupuk NPK SUPER + TE Memiliki beberapa keunggulan dan manfaat yang lebih baik dari pupuk tunggal atau pupuk majemuk lainnya, antara lain adalah :
1. Mengandung unsur hara lengkap dan seimbang, unsur hara makro primer, sekunder dan unsur mikro esensial yang sangat dibutuhkan oleh tanaman :
Nitrogen (N-Total)
Phosphate (P205 Total)
Phosphate (P205, As Sirat)
Photasium (K2O)
Magnesium (MgO)
(S)
(CaO)
Boron (B)
Copper (Co)
Zinc (Zn)
Manganese (Mn)
(Hg)
(Pb)
Cd
As
Biuret
Kadar Air

2. Bersifat Slow Release (Controlled Fertilizer) karena mengandung bahan pengikat dan terbungkus dengan bahan yang terbuat dari bahan organik, sehingga akan menjamin ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman sampai periode pemupukan berikutnya.

3. Efektifitas penyerapan pupuk sampai 95%, karena pupuk NPK SUPER + TE dibuat berbentuk batangan (Stick) dengan metode pemupukan ditanamkan kedalam tanah. Hal ini akan menghindari kehilangan pupuk yang diakibatkan oleh penguapan dan erosi/hanyut terbawa oleh air hujan.

4. Praktis, Ekonomis dan Efisien
• Praktis = Mudah dalam aplikasinya dan tidak perlu pemupukan yang berulang seperti untuk jenis pupuk tunggal.
• Ekonomis = Hemat tenaga kerja dan biaya transportasi serta perbandingan harga pupuk yang kompetitif.
• Efisien = Dikemas dalam kotak sehingga tidak memerlukan ruang yang besar dan tidak berbau.
5. Dapat digunakan untuk pemupukan tanaman perkebunan lainnya seperti jeruk, cacao, kopi, karet, kelapa dan tanaman buah-buahan seperti durian, mangga dan lain-lain.


PEMESANAN DAPAT MENGHUBUNGI
CONTACK PERSON :
Ahmad Basuki
Hp. 081367795557
Pin bbm. 2b8f7bf8
Email. ahmadbasuki12@yahoo.co.id

Ahmad Basuki mengatakan...

KEUNGGULAN DAN MANFAAT PUPUK NPK SUPER+TE

Pupuk NPK SUPER + TE Memiliki beberapa keunggulan dan manfaat yang lebih baik dari pupuk tunggal atau pupuk majemuk lainnya, antara lain adalah :
1. Mengandung unsur hara lengkap dan seimbang, unsur hara makro primer, sekunder dan unsur mikro esensial yang sangat dibutuhkan oleh tanaman :
Nitrogen (N-Total)
Phosphate (P205 Total)
Phosphate (P205, As Sirat)
Photasium (K2O)
Magnesium (MgO)
(S)
(CaO)
Boron (B)
Copper (Co)
Zinc (Zn)
Manganese (Mn)
(Hg)
(Pb)
Cd
As
Biuret
Kadar Air

2. Bersifat Slow Release (Controlled Fertilizer) karena mengandung bahan pengikat dan terbungkus dengan bahan yang terbuat dari bahan organik, sehingga akan menjamin ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman sampai periode pemupukan berikutnya.

3. Efektifitas penyerapan pupuk sampai 95%, karena pupuk NPK SUPER + TE dibuat berbentuk batangan (Stick) dengan metode pemupukan ditanamkan kedalam tanah. Hal ini akan menghindari kehilangan pupuk yang diakibatkan oleh penguapan dan erosi/hanyut terbawa oleh air hujan.

4. Praktis, Ekonomis dan Efisien
• Praktis = Mudah dalam aplikasinya dan tidak perlu pemupukan yang berulang seperti untuk jenis pupuk tunggal.
• Ekonomis = Hemat tenaga kerja dan biaya transportasi serta perbandingan harga pupuk yang kompetitif.
• Efisien = Dikemas dalam kotak sehingga tidak memerlukan ruang yang besar dan tidak berbau.
5. Dapat digunakan untuk pemupukan tanaman perkebunan lainnya seperti jeruk, cacao, kopi, karet, kelapa dan tanaman buah-buahan seperti durian, mangga dan lain-lain.


PEMESANAN DAPAT MENGHUBUNGI
CONTACK PERSON :
Ahmad Basuki
Hp. 081367795557
Pin bbm. 2b8f7bf8
Email. ahmadbasuki12@yahoo.co.id

Unknown mengatakan...

bagaimana produktivitas jeruk pertahunnya mulai umur tanam 1- 12 tahun, pak?
dan berapa umur ekonomis jeruk pak?
terimakasih sebelumnya pakk..

Posting Komentar

REPLIKA JERUK TERBESAR 2010

REPLIKA JERUK TERBESAR 2010
Sesuai dengan judul, Replika jeruk dengan ukuran yang semulanya direncanakan mencapai 5 meter, kemudian diperbaiki ulang karena masalah konstruksi, menjadi 4,1 meter, berada di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.Tepatnya berada di halaman Polsek Tebas, dan dipertontonkan dalam suasana acara MTQ ke 24 se Kabupaten Sambas.
 
Free Website templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates